Waspada Muntah Bercampur Darah pada Penderita Maag Kronis

Penderita Maag Kronis


Di dalam bahasa kedokteran, muntah yang dikenal dengan istilah emesis adalah merupakan upaya untuk mengeluarkan isi dalam lambung dengan cara paksa. Muntah bisa saja terjadi karena usaha tubuh guna mengeluarkan isi dalam lambung yang mungkin berbahaya atau bisa bisa juga menjadi pertanda dari adanya suatu penyakit yang sedang menstimulasi lambung.

Muntah yang berupa cairan bisa berlangsung secara terus – menerus yang akan dapat membuat tubuh menjadi kehilangan banyak sekali cairan sehingga dapat mengakibatkan tubuh menjadi sangat lemas. Muntah yang juga bercampur dengan makanan akan dapat menyebabkan kurangnya jumlah makanan di dalam tubuh sehingga dapat saja berdampak pada kurangnya asupan gizi pada tubuh.

Pada sebagian penderita maag kronis adanya gejala mual dan juga muntah telah menjadi suatu gejala ‘biasa’ yang seringkali dirasakan saat penyakit maag tiba-tiba saja kambuh. Nyeri pada ulu hati seringkali juga menjadi bisa tanda yang dapat memperberat keluhan para para penderita maag. Akan tetapi, yang harus diwaspadai adalah jika terjadi gejala dengan nyeri pada ulu hati yang hebat disertai juga dengan mual dan juga muntah yang terkadang bercampur dengan darah. Hal ini dapat menjadi pertanda bahwa semakin parahnya iritasi lambung penderita maag.


Untuk para penyakit maag yang sudah kronis, iritasi mukosa lambung telah berlangsung cukup lama dengan berbagai tingkat kerusakan yang mungkin saja terjadi. Pada tahapan yang lebih berat lagi dapat terjadi perlukaan dari mukosa lambung. Perlukaan inilah yang akan dapat menimbulkan resiko perdarahan pada lambung yang ditandai juga dengan gejala nyeri ulu hati hebat dan muntah bercampur darah. Muntah jika dibarengi dengan hanya adanya bercak darah juga haruslah diwaspadai sebagai tanda awal adanya perlukaan di dalam lambung. Luka mukosa pada lambung ini dalam istilah medis juga dikenal juga dengan nama gastritis erosif dimana sudah terjadi peradangan pada lambung yang telah dalam tahapan sudah terjadi erosi mukosa yang dapat mengakibatkan perlukaan.

Muntah darah yang berlangsung secara terus-menerus selain akan mengganggu asupan makanan juga dapat berdampak menimbulkan risiko anemia jika muntah darah berlangsung hebat. Risiko masukknya cairan ke paru-paru akibat muntah juga mungkin terjadi.

Lambung yang terluka tentu akan terganggu fungsinya. Sehinga fungsi untuk mencerna akan dapat berkurang dengan demikian juga tingkat sensitivitasnya pada keberadaan asam lambung. Luka yang juga terkena zat yang bersifat asam akan dapat menimbulkan nyeri yang hebat seperti halnya nyeri ulu hati hebat pada penderita maag kronis. Tingkat toleransi tubuh terhadapat obat-obatan lambung juga akan meningkat. Biasanya akan diperlukan obat-obatan yang lebih tinggi untuk mengatasi perlukaan lambung ini. Oleh karena itu, nyeri ulu hati hebat yang semakin tidak bisa diatasi dengan obat-obatan maag biasa juga perlu diwaspadai sebagai tanda semakin parahnya penyakit maag yang terjadi. 

Bisa juga dilakukan pemeriksaan secara medis yang akan dapat mendeteksi dengan secara lebih rinci tentang tingkat keparahan iritasi jika sudah sampai melukai lambung. Pemeriksaan yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan endoskopi dimana akan di dapat gambaran mukosa lambung bisa divisualisasikan secara lebih jelas.